Alhamdulillah kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan review sebuah novel karangan penulis Indonesia dengan nama pena Ichirou Yukiyama. Novel ini dikemas dalam cerita kehidupan samurai di masa feodal Jepang dimana perang sering berkecamuk diantara para daimyou yang berebut kekuasaan dan wilayah. Judulnya sangat menarik, bahkan menurut saya enak untuk dilafazkan dan mudah diingat, SAMURAI KAZEGATANA – pedang angin. Sekali lagi, K.A.Z.E.G.A.T.A.N.A
mudah bukan ?
Diterbitkan oleh Penerbit Qanita (bagian dari penerbit Mizan), buku ini sudah dengan mudah didapatkan di toko buku Gramedia. Tapi saya sendiri mendapatkan langsung bukunya dari penulis, plus dengan tanda tangan beliau, alhamdulillah
.
Saat kita membaca novel ini, kita akan dibawa kedalam suasana kehidupan masyarakat Jepang jaman dahulu, saat feodalisme menjadi ciri penguasa, dan para samurai sebagai petarung tangguh, yang terkadang setia pada raja, ataupun secara sendiri-sendiri menjadi pendekar bayaran. Suasana di set sedemikian rupa seolah-olah kita terlibat dalam kehidupan tiga pemeran utama dalam novel ini, yaitu kehidupan bersaudara anak saudagar kaya, Akazawa dan Tsubame, serta Hanmaru yang merupakan anak angkat dari ayah Akazawa, dan mereka adalah tiga sahabat yang tumbuh besar bersama. Kazegatana justru pertama kali diperkenalkan oleh ayah akazawa kepada mereka bertiga, saat bermain perang-perangan. Kata inilah yang sangat melekat di benak Hanmaru dan mempengaruhi kehidupan ia nantinya
Kisah puncak terjadi saat teror perampokan terjadi di lembah Togoruchi oleh para perampok Chigatana, dimana lembah ini hanya satu-satunya jalan yang menhubungkan Shirozora, tempat Akazawa, Tsubame dan Hanmaru berada, dengan Hineriyama (semacam ibu kota propinsi). Teror ini pula yang menjadi kekhawatiran walikota selain peran.g Keberadaan perampok ini menjadi ancaman bagi para saudagar Chigatana, tidak terkecuali Akazawa yang menggantungkan usaha warisan almarhum ayahnya berupa perdagangan sutera. Hal inilah yang memicu dikirimnya beberapa samurai andal oleh para saudagar, entah sebagai pengawal barang ataupun sebagai pasukan sewaan untuk memberantas para pemberontak ini.
Tetapi usaha tersebut tidaklah berhasil, bahkan pasukan yang dibentuk oleh seorang Daimyo (penguasa) Shirozora juga tidak bisa membantai pasukan pemberontak yang sangat menguasa medan pertempuran di jalan Ryuujin, lembah Togoruchi. Bahkan pengawal setia keluarga akazawa, Gorou, yang merupakan guru Hanmaru, juga gugur di situ.
Hal inilah yang mendorong Akazawa untuk membentuk pasukan rahasia sendiri, yang tidak pernah diberitahukan kepada saudagar lainnya. Kerahasiaan justru menjadi kunci usaha Akazawa dan juga nantinya membawa korban orang-orang terdekatnya, demi menjaga misi rahasia mereka. Kisah cinta, kasih sayang antara tiga sahabat ini sangat kental, dimana Tsubame menaruh perhatian kepada Hanmaru, saudara angkatnya. Juga betapa berat hati Akazawa untuk melepas Hanmaru bersama Satoru untuk menumpas penjahat lembah Togoruchi. Kisah kehidupan mereka serta perjuangan pasukan bentukan Akazawa dikemas secara apik oleh penulis, mengalir bergitu lepas sehingga pembaca dapat larut di dalamnya.
Bagaimanakah kisah perjuangan pasukan ini, apakah mereka mampu memberantas para perampok Togoruchi, bagaimanakah kisah kasih antara Tsubame dan Hanmaru, serta bagaimana masih Akazawa bersama bisnisnya, dan siapakah Satoru itu ? semua bisa anda dapatkan di dalam novel ini. Silahkan membelinya di Gramedia terdekat, dan nikmati pengalaman membaca salah satu karya anak bangsa dengan kemasan budaya dan kehidupan masyarat Jepang klasik.
Sebagai tambahan informasi bahwa penulis adalah sahabat saya sewaktu kuliah. Kekaguman saya pada kehidupan dan pilihan hidup beliau membuat saya tergerak untuk mereview bukunya. InsyaAllah ini menjadi apresiasi saya kepada beliau, Ichirou Yukiyama, untuk sebuah karya besarnya, dan saya menantikan terbitnya novel kedua, ketiga, keempat ( still being his plan) dan seterusnya. Juga novel tentang masa kuliah kita dulu….
Kazegatana Kazegatana
Menebas tanpa suara
Membelah tanpa wujud
Lalu menghilang, seolah tak pernah ada…
by IchirouYukiyama – salut untukmu sahabat.
warm regards,
Popularity: 42% [?]



Saya tidak muluk- muluk saat menulis postingan ini. Dan sebenarnya ini adalah sebuah fakta baru bagi para blogger yang mungkin selama ini tidak terlalu disadari. Bahwa blog bisa menggeser peran facebook itu sendiri, di beberapa fungsi loch… dan belum semuanya.


![[L]earning [L]earning](http://www.thedollarcorner.com/wp-content/uploads/2009/10/Learning1.jpg)

TDC is is blog that I maintain personally, and its contents based on my personal experiences and knowledge in blogging activites without any interest to incidence other person, group, company, or other third party. I don't have any responsibility to any content that copied and/or distribute by others. TDC is also used for internet marketing, adsense, and make money online activities.







