
Matano Lake - Soroako
Ucapan pertama dari hati saya adalah rasa syukur kehadiratNya, karena sampai saat ini sebagian masyarakat Indonesia masih bisa menikmati hasil kerja keras PT. Pertamina untuk menghasilkan energi untuk kita nikmati bersama. Bisa dibayangkan bagaimana kerja keras PT. Pertamina dan orang-orang yang ada di dalamnya untuk memastikan ketersediaan salah satu sumber energi utama Bangsa ini, yaitu BBM dan bahan turunannya, ke seluruh pelosok negeri. Bukanlah sebuah pekerjaan mudah untuk melakukan tugas tersebut.
Usaha ini sudah telihat jelas dari sejak berdirinya Perusahaan negara ini pada tahun 1968, dimana PN Pertamina dulunya adalah perusahaan hasil merger antara 2 perusahaan, yaitu PN Pertamin dan PN Permina. Sehingga pada tahun 1971 dikukuhkan menjadi Pertamina, dan dipertegas oleh UU Migas N0 22 tahun 2001 yang mentapkan Pertamina sebagai PT (Persero). Sebagai kelanjutan sejarah Pertamina ini, dan melengkapi peran Pertamina sebagai penyedia energi untuk kita, di tahun 2003 memasuki babak baru perkembangan bisnis energi minyak dimana sebelumnya hanya menjadi regulator, kemudian hingga sekarang menjadi player.
Bagi penulis, perubahan peran ini sebagai sebuah adaptasi Pertamina dalam menghadapi AFTA dan merupakan wujud kerja keras Pertamina guna

SPBU Pertamina Soroako
menyediakan pasokan energi untuk kita, sehingga tidak salah jika kontes kali ini mengangkat tema kerja keras adalah energi kita. Bukan sebuah ungkapan muluk-muluk dari slogan ini, kerja keras adalah energi kita, karena sebuah semangat pelayanan dan profesionalisme Pertamina sebagai perusahaan pertambangan migas yang dicoba untuk diberikan kepada rakyat Indonesia ini. Tetapi slogan atau visi ini, masih menghadapi tantangan nyata yang mungkin rakyat kecil seperti saya, menjadi sebuah mimpi masa depan yang lebih cerah, dimana kerja keras adalah energi kita terwujud dengan sebuah program nyata dari Pertamina masuk desa, dan menyentuh lapisan masyarakat Indonesia yang paling besar. Gerakan Pertamina masuk desa ini menjadi usulan dan harapan saya kepada Pertamina.

SPBU Pertamina Soroako
Sebut saja sebuah SPBU tua yang berada di desa kecil di tepi propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di desa Soroako, kabupaten Luwu Timur. Di Soroako ini kerja keras betul-betul menjadi energi kita, termasuk saat harus bekerja keras mengantri di SPBU satu-satunya yang melayani kebutuhan masyarakat di 3 dari 11 kecamatan yang ada di Luwu Timur. Di Luwu Timur sendiri hanya ada 3 SPBU yang beroperasi. Sehingga saat kelangkaan BBM terjadi, harga bensin bisa mencapai Rp.15.000 / liternya di eceran, bahkan pernah mencapai Rp.30.000 / liternya. Padalah tingkat kebutuhan masyarakat Soroako untuk BBM, khususnya bensin dan solar bisa dibilang tinggi karena mencapai 15.000 liter perhari. Hal ini juga terjadi di daerah-daerah lain di Jawa dan di luar Jawa, dimana aktivitas ekonomi, usaha kecil, pertanian, perdagangan dan keseharian masyarakat sangat bergantung kepada BBM milik Pertamina, sehingga jika terjadi kelangkaan maka bisa dibayangkan kerugian besar yang dialami warga.
Gambaran ini seharusnya menyadarkan kita, dan khususnya bagi Pertamina, bahwa tuntutan kebutuhan pasokan energi khususnya BBM, tidak lagi terbatas datang dari kota-kota besar seperti Makassar, Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan kota-kota besar lainnya tetapi tuntutan kebutuhan energi juga muncul dari masyarakat yang berada di desa-desa di seluruh Indonesia. Jaminan ketersediaan BBM haruslah memprioritaskan mereka juga, karena sebagian besar masyarakat Indonesia masih hidup di pedesaan sehingga hal ini menuntut kerja keras Pertamina untuk menyediakan energi untuk kita. Bukan tidak mungkin, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sebagian besar masih hidup di daerah rural seperti Soroako ini, potensi dan peluang pasar BBM diambil alih oleh penyedia energi seperti Exxon Mobile, Petronas dan lain-lain.
Harapan ini tidak berhenti di sini, langkah nyata dan kerja keras Pertamina sebagai the player di industri energi harus segera di mulai khususnya dengan gerakan Pertamina masuk desa. Dengan kerja keras Pertamina untuk menyediakan energi (BBM) hingga ke pelosok desa akan semakin mengokohkan Pertamina sebagai BUMN yang mengembang amanat UUD 1945 untuk menguasai, mengelolah dan memanfaatkan energi untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia. Sehingga kerja keras itu bukan hanya menjadi energi Pertamina dalam mengembang tugasnya, tetapi kerja keras adalah energi kita semua, bangsa Indonesia. dan bahkan tidak mungkin, kerja keras tidak sekedar menjadi energi, tetapi kerja keras menjadi jiwa kita, segenap anak bangsa Indonesia.
Jaya selalu Pertaminaku, kerja kerasmu adalah sumbangsih nyata untuk bangsa, dan kerja kerasmu adalah energi kita semua untuk pembangunan negeri tercinta ini. Jadilah Raja di negeri sendiri, dan jadilah pengayom untuk bangsa mu sendiri. Kerja keras adalah energi kita, dan nantinya kerja keras menjadi jiwa kita, etos kerja anak bangsa.
warm regards,

Popularity: 9% [?]